Sambelia – Yayasan Pondok Pesantren Nurul Arofah NW Sambelia kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali santri dengan keterampilan relevan di era digital. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Digital Marketing dengan fokus pada fundamental digital marketing affiliate, yang diikuti oleh 230 peserta dari kalangan santri dan pelajar di lingkungan pondok pesantren.
Pelatihan ini menjadi salah satu agenda strategis pesantren dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara keilmuan agama, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan peluang ekonomi digital. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, mencerminkan tingginya minat santri untuk memahami dunia digital marketing secara praktis.
Materi utama pelatihan disampaikan oleh dua pemateri berpengalaman, yaitu Bang Rudy dan Bang One, yang dikenal aktif dalam pengembangan digital marketing, konten kreator, serta pemanfaatan media sosial untuk bisnis dan personal branding. Keduanya memberikan materi secara sistematis, mudah dipahami, dan langsung menyentuh kebutuhan peserta pemula.
Dalam sesi awal, Bang Rudy menjelaskan fundamental digital marketing affiliate, mulai dari pengertian affiliate marketing, cara kerja sistem afiliasi, hingga peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh santri melalui media sosial. Ia menekankan bahwa affiliate marketing merupakan model bisnis digital yang relatif mudah dijalankan, tidak membutuhkan modal besar, namun menuntut konsistensi, pemahaman konten, dan strategi pemasaran yang tepat.
“Santri hari ini tidak cukup hanya memahami ilmu agama dan akademik, tetapi juga perlu memiliki skill digital. Affiliate marketing adalah pintu masuk yang realistis untuk mulai belajar bisnis online secara halal dan produktif,” ujar Bang Rudy dalam pemaparannya.
Ia juga menjelaskan pentingnya membangun mindset digital entrepreneur, termasuk disiplin membuat konten, memahami audiens, serta menjaga etika dalam berpromosi. Menurutnya, keberhasilan di dunia digital tidak instan, melainkan hasil dari proses belajar, mencoba, dan memperbaiki strategi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bang One melanjutkan materi dengan fokus pada langkah-langkah detail pemanfaatan media sosial sebagai alat utama dalam digital marketing affiliate. Ia membahas berbagai platform populer seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp, serta bagaimana masing-masing platform memiliki karakter audiens yang berbeda.
Bang One memaparkan teknik dasar pembuatan konten, mulai dari menentukan niche, menyusun pesan promosi yang menarik, hingga cara membangun kepercayaan audiens. Ia juga menekankan bahwa konten yang baik tidak harus mahal, tetapi harus relevan, jujur, dan memberikan nilai manfaat.
“Media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga sarana dakwah digital dan peluang ekonomi. Santri bisa memanfaatkannya untuk hal-hal positif, termasuk membantu perekonomian diri dan keluarga,” jelas Bang One di hadapan ratusan peserta.
Tidak hanya teori, pelatihan ini juga diisi dengan contoh-contoh praktik sederhana, seperti simulasi membuat konten promosi, memilih produk affiliate yang sesuai, serta tips menghindari kesalahan umum pemula dalam digital marketing. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi demi sesi, mencatat materi, dan terlibat dalam diskusi.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara memulai akun media sosial, strategi meningkatkan jangkauan konten, hingga tips konsisten membangun personal branding. Hal ini menunjukkan bahwa santri memiliki minat besar untuk berkembang dan siap beradaptasi dengan tantangan zaman.
Pihak Yayasan Pondok Pesantren Nurul Arofah NW Sambelia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas santri dalam bidang keterampilan non-akademik. Pesantren berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal awal bagi santri untuk mengenal dunia digital marketing secara positif dan bertanggung jawab.
“Kami ingin santri memiliki wawasan luas dan keterampilan yang bermanfaat. Digital marketing adalah salah satu peluang yang sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujar perwakilan yayasan.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Arofah NW Sambelia berharap para santri mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, produktif, dan bernilai ekonomi. Ke depan, pihak pesantren juga berencana menghadirkan pelatihan lanjutan agar santri dapat semakin mendalami praktik digital marketing secara profesional.
Pelatihan Digital Marketing ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan zaman, sekaligus menjadi ruang lahirnya generasi santri yang religius, mandiri, dan melek digital.

0 Comments