Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Pelatihan Marketing di Kantor Desa Darmaji: Menggerakkan UMKM Lokal Menuju Era Digital

Pelatihan Marketing di Kantor Desa Darmaji Menggerakkan UMKM Lokal Menuju Era Digital

Hari Jumat, tanggal 21 November 2025, menjadi hari yang penuh semangat bagi para pelaku UMKM Desa Darmaji, Lombok Tengah. Kantor Desa Darmaji tampak lebih hidup dari biasanya. Para peserta—mulai dari ibu rumah tangga, pemuda desa, hingga pelaku usaha kecil—berkumpul dengan satu tujuan yang sama: belajar digital marketing dan praktik membangun toko online Shoppee serta TikTok Affiliate.

Pelatihan ini diisi oleh Team BDP Lombok, sebuah tim yang selama ini aktif mendampingi UMKM dan komunitas dalam meningkatkan kemampuan digital, terutama di bidang pemasaran online. Kehadiran BDP Lombok memberikan energi baru, sekaligus membuka wawasan bahwa UMKM desa bukan hanya bisa bersaing, tetapi juga bisa naik kelas dengan strategi pemasaran yang tepat.

Sambutan Hangat Kepala Desa yang Menginspirasi

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Darmaji, Lombok Tengah. Beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi warga, terutama pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa desa hari ini tidak lagi hanya bersandar pada pemasaran tradisional. Masyarakat membutuhkan akses ke pasar yang lebih luas, lebih cepat, dan lebih efisien. E-commerce dan media sosial adalah peluang besar yang tidak boleh dilewatkan.

Beliau juga memberikan apresiasi kepada Team BDP Lombok yang sudah datang berbagi ilmu dan praktik langsung kepada masyarakat. Harapannya, setelah pelatihan ini, para peserta mampu membuat toko online sendiri, meningkatkan penjualan, dan membangun branding lebih kuat.

Pelatihan Exclusive: Dari Dasar hingga Praktik Langsung

Salah satu nilai tambah dari pelatihan ini adalah konsepnya yang praktis dan langsung dipandu ahli. Team BDP Lombok menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Bang Rudy dan Bang Wan, keduanya dikenal aktif dalam edukasi digital marketing di berbagai desa dan sekolah di Lombok.

1. Pengenalan Digital Marketing untuk UMKM Desa

Materi pertama disampaikan oleh Bang Rudy. Ia menjelaskan gambaran besar digital marketing dan mengapa UMKM desa harus segera masuk ke dunia online.

Beberapa poin penting yang disampaikan:

  • Perilaku belanja masyarakat kini beralih ke platform digital.

  • Pelaku UMKM harus mengikuti arah pasar agar produk tetap relevan.

  • E-commerce seperti Shopee dan sistem afiliasi seperti TikTok Affiliate adalah peluang emas untuk memperoleh penghasilan tambahan.

  • Dengan strategi konten yang tepat, produk lokal bisa menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

Peserta terlihat sangat antusias karena materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, serta diselingi contoh-contoh nyata UMKM yang berhasil naik kelas.

Pelatihan Marketing di Kantor Desa Darmaji Menggerakkan UMKM Lokal Menuju Era Digital


2. Pembuatan dan Optimasi Toko Shopee

Materi kedua masuk ke sesi inti: cara membuat dan mengoptimasi toko Shopee.
Dalam sesi ini, peserta langsung membuka HP masing-masing untuk praktik membuat akun, mengatur etalase, hingga menulis deskripsi produk yang menarik.

Beberapa teknik yang diajarkan:

  • Cara mengambil foto produk yang sederhana tapi menarik

  • Penulisan deskripsi produk yang menjual

  • Riset harga dan kompetitor di Shopee

  • Teknik menaikkan trafik toko

  • Cara memakai fitur iklan Shopee dengan budget kecil

Banyak peserta mengaku baru pertama kali tahu bahwa optimasi kecil seperti kata kunci atau foto produk bisa berdampak besar pada penjualan.

3. TikTok Affiliate: Peluang Baru untuk Semua Kalangan

Sesi berikutnya disampaikan oleh Bang Wan. Ia menjelaskan bagaimana TikTok Affiliate bisa menjadi sumber penghasilan tanpa harus memiliki produk sendiri.

Materi mencakup:

  • Cara memilih produk viral untuk dipromosikan

  • Strategi membuat konten sederhana yang berpotensi FYP

  • Teknik storytelling dan hook untuk konten jualan

  • Cara membaca data performa video

  • Tips konsisten posting dan membangun personal branding

Bang Wan juga memberikan trik mudah membuat konten pakai HP saja—tanpa perlu alat mahal.

Peserta tampak antusias karena materi ini dianggap sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari. Banyak pemuda Desa Darmaji yang selama ini aktif bermain TikTok, kini menyadari bahwa aplikasi tersebut bisa menjadi sumber penghasilan nyata.

Sesi Praktik Lapangan: Belajar Sambil Langsung Mengerjakan

Yang paling menarik dari pelatihan ini adalah langsung praktik. Bukan hanya teori atau ceramah, tetapi peserta benar-benar membuat:

  • Toko Shopee

  • Listing produk mereka

  • Konten sederhana untuk promosi

  • Akun TikTok Affiliate

Bang Rudy dan Bang Wan mendampingi dari meja ke meja, memastikan setiap peserta paham dan bisa mengoperasikan semua fitur.

Di akhir sesi, beberapa peserta bahkan berhasil mengunggah produk pertama mereka di Shopee dan membuat video TikTok Affiliate pertama mereka.

Momen-momen ini menjadi bukti bahwa pelatihan praktis sangat membantu, terutama untuk masyarakat desa yang membutuhkan pendampingan teknis.

Dampak Pelatihan bagi UMKM Desa

Pelatihan ini diharapkan mampu:

  • Membuka peluang penjualan baru bagi UMKM

  • Meningkatkan kompetensi digital warga

  • Mendorong generasi muda lebih produktif di media sosial

  • Menguatkan posisi Desa Darmaji sebagai desa yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi

  • Menumbuhkan semangat kolaborasi antar pelaku usaha

Dengan kemampuan membuat dan mengelola toko online serta memanfaatkan TikTok Affiliate, warga tidak hanya siap bersaing, tetapi juga siap menembus pasar digital.

Penutup: Langkah Kecil untuk Perubahan Besar

Pelatihan marketing di Kantor Desa Darmaji ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah investasi ilmu yang dampaknya terasa langsung bagi masyarakat.

Team BDP Lombok, Kepala Desa, dan seluruh peserta membuktikan bahwa desa hari ini bisa bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi.

Dengan semangat yang ditunjukkan para peserta, tidak berlebihan jika kita percaya bahwa UMKM Desa Darmaji akan semakin tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing di pasar online.

Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Lombok dan seluruh Indonesia.

Post a Comment

0 Comments